30 November 2011

Terbaru!


Kalau sekiranya kisah kucing part 2 sangat dinanti, maafkanlah sepertinya saya tak sanggup melanjutkan. Karena kisahnya rumit sekali. Entah bagaimana saya bisa ungkapkan dalam tulisan mengenai kisah itu. Ini karena memang kisahnya yang engg susah untuk diceritakan atau mungkin lebih tepatnya saya sedang malas bercerita. Yak sepertinya ungkapan terakhir saya tadi yang paling sesuai dengan keadaan hehe
Tapi memang pikiran saya sedang bercabang, banyak sekali yang saya pikirkan. Tugas semester ini cukup banyak menyita perhatian saya. Dan mungkin itu yang menjadi alasan dominan kemana perginya berat badan saya.
Saya sedang tak punya cerita untuk dibagi, tapi berhubung harus tetap mengupdate blog ya inilah yang bisa saya bagi. Musim hujan, flu dimana-mana. Semoga kita tetap sehat, salam.

8 November 2011

Untuk Percy Tersayang

Kucing adalah sahabat, bagian dari hidup saya. Kali ini saya akan kisahkan tentang Percy si kucing hebat. Saya suka sekali menyebutnya begitu. Percy datang entah dari mana dan siapa, di suatu pagi yang basah sehabis hujan. Pagi itu adik saya berteriak ketika akan berangkat sekolah "Mbaaaaak ada kucing nih!", suaranya terdengar sangat bersemangat. Saya langsung berlari menghamprinya, ah benar saja tepat didepan gerbang rumah saya ada kardus berisi dua ekor bayi kucing yang bulunya agak basah. Mereka cantik sekali.

Singkat cerita, akhirnya seluruh isi rumah sepakat untuk merawat dua kucing lucu itu. Keduanya berwarna abu-abu, tapi yang membedakan adalah salah satu dari mereka berbulu lebih panjang dan lebat. Yak, dialah Percy. Pada waktu itu umur mereka mungkin masih beberapa hari, masih kecil sekali. Awalnya kami sempat bingung bagaimana caranya memberi makan kucing sekecil itu, hingga sore harinya mama pulang membawa botol yang keciiil sekali dan susu bayi. Mama bilang itu asupan paling tepat untuk bayi kucing, mama rupanya mencari informasi ke petshop terdekat.

Saya dan adik saya Kintan selalu berebut setiap kali waktunya menyusui bayi-bayi kucing itu, haha dan perebutan giliran menyusu juga terjadi diantara kedua kucing kami. Semakin hari mereka semakin besar, sampai-sampai kami harus sengaja memisahkan keduanya di ruangan yang berbeda saat menyusui agar mereka tidak berebut botol.

Sampai pada suatu hari ada salah satu teman mama yang mengaku suka sekali kucing, main ke rumah. Dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan untuk memberikan dua bayi kucing lucu kami pada teman mama itu. "Besok saya jemput kucing-kucingnya yaaa", begitu ujar tante yang sengaja tidak saya sebut namanya disini.

Hari penjemputan tiba. Teman mama datang kerumah, bersama anak laki-lakinya. Hari itu saya sedang tidak berada di rumah, menurut cerita mama bayi kucing yang berbulu tidak terlalu panjang (kami belum sempat memberikan nama) sama sekali tidak berontak saat digendong untuk diserahkan ke anak teman mama. Tapi tidak demikian dengan bayi kucing yang berbulu lebih lebat dan panjang (Percy waktu itu juga belum kami beri nama) dia berlari menghindar ke tempat yang tak bisa  dijangkau. Akhirnya Percy tidak ikut 'dijemput'. Itulah awal cerita saya dan keluarga memelihara Percy.