27 September 2011

Kucing

Kenapa kucing ? Karena saya suka. Berawal sejak entah saat saya berusia berapa saya suka sekali kucing. Di mata saya mereka sangat manis. Berbulu, kumis dan apalagi gemuk ah saya pasti tak bisa tinggal diam melihat kucing berciri-ciri seperti itu melenggang dihadapan saya. Kucing selalu bisa menyita perhatian saya, sekalipun tak ada kucing yang bisa tersenyum. Yaaa jujur saya ingin sekali punya kucing yang bisa tersenyum, tapi ah tak pernah ada. haha tentu saja begitu.

Setiap saya punya kucing, pasti karena kucingnya yang tiba-tiba muncul di rumah saya. Dengan rutin memberi makan saja sudah cukup bisa membuat si kucing merasa rumah saya itu rumahnya juga. Dan setelah melalui proses tersebut dengan sendirinya kucing itu sudah menjadi milik saya. Ah tentu hanya kucing kampung yang tak bertuan yang bisa saya perlakukan seperti itu, bukan kucing Persia atau Anggora. Selain dari segi harga yang saya pertimbangkan, sudah tentu kucing jenis itu tak mungkin tak bertuan kalaupun tiba-tiba muncul di rumah saya. Selain suka kucing saya juga harus bisa menghargai sesama penyuka kucing.

Sebenarnya saya juga punya keinginan untuk memelihara kucing jenis tertentu selain kucing kampung, tapi setelah dipikir ulang saya selalu membatalkan niat membeli kucing. Sudahlah rawat saja yang tak bertuan, perhatikan kucing-kucing yang kurang beruntung. Karena jelas kucing kampung kemungkinan hidup enaknya lebih kecil daripada kucing yang harganya mahal itu. Setidaknya itu yang ada dipikiran saya.

cantik!

No comments:

Post a Comment