29 October 2011

Lucid Dream

Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).
Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.
Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk.

Membahas tentang mimpi, saya termasuk yang sering bermimpi ketika tidur. Kali ini saya tertarik untuk membahas lucid dream. Karena pada dasarnya mimpi seseorang itu bisa diatur sedemikian rupa. Awalnya saya tak banyak tahu tentang lucid mimpi ini, saya hanya tau saya bisa memimpikan apa yang ingin saya mimpikan. Dan saat saya coba mencari tahu lebih jauh tentang mimpi, saya bahkan mendapat langkah-langkah memprogram mimpi. Berikut informasinya :

Orang Tibet sudah sejak dahulu mempraktekan Lucid Mimpi dalam Yoga mimpi mereka. Di tahun 1867, Marquis d'Hervey de Saint-Denys telah menerbitkan bukunya yang berjudul "Dreams and how to Guide Them" metoda bagaimana kita bisa melakukan lucid mimpi.

Dengan lucid mimpi kita bisa merubah mimpi buruk menjadi mimpi indah, dalam mimpi semuanya bisa terjadi, mimpi tidak ada batasan ruang, waktu maupun kemampuan.

Lucid mimpi bisa digunakan untuk belajar, menyelesaikan problem atau masalah kita. Hal ini banyak dilakukan oleh para ilmuwan maupun seniman. Lucid mimpi bisa juga digunakan untuk terapi.

Langkah-langkah untuk bisa mendapatkan Lucid mimpi agar kita bisa memprogram atau menentukan jalannya mimpi :

Tahap pertama :
Belajar mengingat dan mencatat buku harian dari isi mimpi. Apabila bangun tidur usahakan untuk tetap berbaring beberapa menit lebih lama dan mengingat hal apa saja yang diimpikan. Kemudian dicatat dalam buku harian mimpi Anda.

Tahap kedua :
Sebelum tidur usahakan untuk mengingat hal-hal apa saja yang ingin anda lakukan di dalam mimpi anda. Umpamanya ingin bertemu dengan seseorang, maka sebaiknya sebelum tidur mengingat kembali masa-masa yang indah dengan orang tersebut atau hal lainnya.

Tahap ketiga :
Menggunakan metode Wake-Back-To-Bed (WBTB) atau bangun sejenak dan segera langsung tidur kembali. Pasang jam beker agar Anda bisa bangun tiga jam lebih awal. Pada saat ada bangun langsung usahakan untuk mengingat kembali hal-hal pada tahap kedua. Setelah itu coba untuk tidur kembali.





Selamat mencoba dan selamat bermimpi!

22 October 2011

Kuliah Sore Singkat di Beritajatim.com

Rabu, 19 Oktober lalu kelas mata kuliah Jurnalistik Online mengadakan kunjungan ke kantor beritajatim.com.
Pak Ainur Rofik selaku dosen mata kuliah Jurnalistik Online sudah menunggu di kantor yang berada di jalan Ciliwung 65 Surabaya itu setengah jam sebelum mahasiswanya datang.

Kedatangan 75 mahasiswa UPN sore itu disambut Pemimpin Umum sekaligus Pemimpin Redaksi beritajatim.com, Dwi Eko Lokonoto dan Direktur Umum beritajatim.com Ainurrohim. Keduanya memaparkan tentang beritajatim.com, karakter media online, dan manajemen media online.

"Media online adalah media masa depan mudah diakses dan tanpa sensor yang pertaruhannya pada kecepatan. Pembacanya tersegmen." tutur Dwi Eko Lokonoto.

Berita bisa diangkat dari mana saja, siapa saja dan kapan saja, begitu pula pembacanya. "Bahkan sebenarnya tidak dibutuhkan adanya kantor berita, karena berita bisa naik tanpa pengunggahnya harus berada di kantor ini." papar Pak Lucky panggilan akrabnya.

Pak Ainurrohim menambahkan media online berkembang dengan sangat pesat. "Di Jawa Timur, beritajatim yang pertama memulai pada tahun 2005. Sekarang kami punya 35 sumber daya manusia, 25 diantaranya menjadi redaktur. Kami-kami ini bekerja tanpa hari libur," katanya.

Saat sesi tanya jawab dimulai, ada pertanyaan mengenai pundi-pundi uang media online. Pada dasarnya media online hidup dari iklan, dan beberapa permintaan khusus perusahaan tertentu untuk kepentingan pemasaran. Dan kemudian disusul pertanyaan-pertanyaan lainnya. Diskusi bermanfaat sore sangat santai itu berakhir beberapa saat menjelang adzan maghrib.

8 October 2011

Jauh yang Bukan Masalah

Membahas hal yang tentang saya, pasti tidak akan terlepas dari kata 'jauh'. Saat yang lain mengeluh tentang jarak yang jauh, tapi saya justru menjadikan mereka sebagai sahabat, harapan dan semangat.

Saya akan awali bahasan jauh kali ini yang berkaitan dengan kampus saya. Ya, tentu saja karena kampus saya yang jauh dari rumah. Membutuhkan waktu tempuh minimal 45 menit untuk bisa mencapai kampus. Itupun kalau kondisi lalu lintas sedang bersahabat dan tentu dengan kecepatan berkendara minimal 65km/jam.

Tanpa niat yang jelas dan kuat saya tentu lebih memilih tidur di rumah saja daripada pergi kuliah. Belum lagi bayangan akan panas terik tanpa ampun yang akan menjadi 'sahabat' tak diundang selama perjalanan saya, ah rasanya semakin ingin di rumah saja. Tapi sejauh ini saya tidak pernah membolos untuk alasan malas, panas dan jauh. Hmm oke, beberapa kali memang saya pernah datang terlambat masuk kelas, tapi tak pernah melebihi batas kunci pintu yang diberikan dosen, yaitu 15 menit setelah jam masuk.

Ah ternyata saya pernah terlambat! Ehhmm waktu itu saya masih jadi mahasiswi semester 2 dan saya terlambat masuk kelas. saya lupa kali itu kelas untuk mata kuliah apa, yang saya ingat betul saya terlambat karena ada kecelakaan di jalan dan jalanan dialihkan jauuuuh sekali dan memakan banyak waktu. Yasudah hari itu saya datang ke kampus dan pintu kelas sudah dikunci dari dalam. Ya, saya tak bisa masuk dan mengikuti kegiatan perkuliahan.

Bahasan jauh berikutnya adalah tentang hati saya. Saya lahir dan besar di kota Yogyakarta. Kota yang selalu memiliki hati saya. Saya menghabiskan 15 tahun pertama hidup saya di kota tersebut. Berarti saya menghabiskan masa TK, SD dan SMP di sana. Yogyakarta bagi saya adalah kota yang ramah dan tak tergantikan. Saya selalu suka berada di kota kelahiran saya itu.Hingga pada suatu ketika saya harus meninggalkan Yogyakarta, untuk hidup saya yang sekarang.

Secara fisik memang saya meninggalkan kota itu, tapi sebagian hidup saya selalu tertinggal. Saya masih punya sahabat yang masih sangat sahabat sekali buat saya sampai saat ini, dan saya punya pacar super saya disana. Saya masih bisa membina hubungan yang sangat berkualitas sekalipun jarak dan jauh memisahkan.

Jauh tak pernah jadi suatu alasan untuk tidak tercapainya suatu tujuan, hilangnya harapan dan semangat dalam hidup. Jangan menyerah, karena jauh bukan masalah untuk saya, maka jauh juga bisa bukan jadi masalah untuk yang lain dan semua.