Membahas hal yang tentang saya, pasti tidak akan terlepas dari kata 'jauh'. Saat yang lain mengeluh tentang jarak yang jauh, tapi saya justru menjadikan mereka sebagai sahabat, harapan dan semangat.
Saya akan awali bahasan jauh kali ini yang berkaitan dengan kampus saya. Ya, tentu saja karena kampus saya yang jauh dari rumah. Membutuhkan waktu tempuh minimal 45 menit untuk bisa mencapai kampus. Itupun kalau kondisi lalu lintas sedang bersahabat dan tentu dengan kecepatan berkendara minimal 65km/jam.
Tanpa niat yang jelas dan kuat saya tentu lebih memilih tidur di rumah saja daripada pergi kuliah. Belum lagi bayangan akan panas terik tanpa ampun yang akan menjadi 'sahabat' tak diundang selama perjalanan saya, ah rasanya semakin ingin di rumah saja. Tapi sejauh ini saya tidak pernah membolos untuk alasan malas, panas dan jauh. Hmm oke, beberapa kali memang saya pernah datang terlambat masuk kelas, tapi tak pernah melebihi batas kunci pintu yang diberikan dosen, yaitu 15 menit setelah jam masuk.
Ah ternyata saya pernah terlambat! Ehhmm waktu itu saya masih jadi mahasiswi semester 2 dan saya terlambat masuk kelas. saya lupa kali itu kelas untuk mata kuliah apa, yang saya ingat betul saya terlambat karena ada kecelakaan di jalan dan jalanan dialihkan jauuuuh sekali dan memakan banyak waktu. Yasudah hari itu saya datang ke kampus dan pintu kelas sudah dikunci dari dalam. Ya, saya tak bisa masuk dan mengikuti kegiatan perkuliahan.
Bahasan jauh berikutnya adalah tentang hati saya. Saya lahir dan besar di kota Yogyakarta. Kota yang selalu memiliki hati saya. Saya menghabiskan 15 tahun pertama hidup saya di kota tersebut. Berarti saya menghabiskan masa TK, SD dan SMP di sana. Yogyakarta bagi saya adalah kota yang ramah dan tak tergantikan. Saya selalu suka berada di kota kelahiran saya itu.Hingga pada suatu ketika saya harus meninggalkan Yogyakarta, untuk hidup saya yang sekarang.
Secara fisik memang saya meninggalkan kota itu, tapi sebagian hidup saya selalu tertinggal. Saya masih punya sahabat yang masih sangat sahabat sekali buat saya sampai saat ini, dan saya punya pacar super saya disana. Saya masih bisa membina hubungan yang sangat berkualitas sekalipun jarak dan jauh memisahkan.
Jauh tak pernah jadi suatu alasan untuk tidak tercapainya suatu tujuan, hilangnya harapan dan semangat dalam hidup. Jangan menyerah, karena jauh bukan masalah untuk saya, maka jauh juga bisa bukan jadi masalah untuk yang lain dan semua.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment