Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra lainnya dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat (rapid eye movement/REM sleep).
Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pengecualiannya adalah dalam mimpi yang disebut lucid dreaming. Dalam mimpi demikian, pemimpi menyadari bahwa dia sedang bermimpi saat mimpi tersebut masih berlangsung, dan kadang-kadang mampu mengubah lingkungan dalam mimpinya serta mengendalikan beberapa aspek dalam mimpi tersebut.
Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk.
Membahas tentang mimpi, saya termasuk yang sering bermimpi ketika tidur. Kali ini saya tertarik untuk membahas lucid dream. Karena pada dasarnya mimpi seseorang itu bisa diatur sedemikian rupa. Awalnya saya tak banyak tahu tentang lucid mimpi ini, saya hanya tau saya bisa memimpikan apa yang ingin saya mimpikan. Dan saat saya coba mencari tahu lebih jauh tentang mimpi, saya bahkan mendapat langkah-langkah memprogram mimpi. Berikut informasinya :
Orang Tibet sudah sejak dahulu mempraktekan Lucid Mimpi dalam Yoga mimpi mereka. Di tahun 1867, Marquis d'Hervey de Saint-Denys telah menerbitkan bukunya yang berjudul "Dreams and how to Guide Them" metoda bagaimana kita bisa melakukan lucid mimpi.
Dengan lucid mimpi kita bisa merubah mimpi buruk menjadi mimpi indah, dalam mimpi semuanya bisa terjadi, mimpi tidak ada batasan ruang, waktu maupun kemampuan.
Lucid mimpi bisa digunakan untuk belajar, menyelesaikan problem atau masalah kita. Hal ini banyak dilakukan oleh para ilmuwan maupun seniman. Lucid mimpi bisa juga digunakan untuk terapi.
Langkah-langkah untuk bisa mendapatkan Lucid mimpi agar kita bisa memprogram atau menentukan jalannya mimpi :
Tahap pertama :
Belajar mengingat dan mencatat buku harian dari isi mimpi. Apabila bangun tidur usahakan untuk tetap berbaring beberapa menit lebih lama dan mengingat hal apa saja yang diimpikan. Kemudian dicatat dalam buku harian mimpi Anda.
Tahap kedua :
Sebelum tidur usahakan untuk mengingat hal-hal apa saja yang ingin anda lakukan di dalam mimpi anda. Umpamanya ingin bertemu dengan seseorang, maka sebaiknya sebelum tidur mengingat kembali masa-masa yang indah dengan orang tersebut atau hal lainnya.
Tahap ketiga :
Menggunakan metode Wake-Back-To-Bed (WBTB) atau bangun sejenak dan segera langsung tidur kembali. Pasang jam beker agar Anda bisa bangun tiga jam lebih awal. Pada saat ada bangun langsung usahakan untuk mengingat kembali hal-hal pada tahap kedua. Setelah itu coba untuk tidur kembali.
Selamat mencoba dan selamat bermimpi!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment