Aku menyingkirkan majalah yang sejak tadi kubaca. Tak bisa
kupungkiri, aku tidak dalam keadaan baik. Kepalaku tidak sedang sakit, tapi
mendadak aku tak bisa berpikir jernih. Kulirik boneka berkuping panjang
disebelahku dan segera meraih dan memeluknya. Kucing memang tidak bertelinga
sepanjang bonekaku ini, tapi dialah kucingku. Memeluknya dengan erat adalah
penghiburan bagiku.
Tidak. Aku tidak sedang dalam masalah apapun. Semuanya baik-baik
saja sejauh ini, bahkan indah. Setiap orang punya ukuran masing-masing untuk
suatu kebahagiaan. Begitu juga denganku. Apa yang kujalani adalah apa yang
menjadi pilihanku. Aku sama sekali tak menyesalinya. Tapi saat ini aku sedang
merasa rapuh. Aku kangen kamu. Ya, kamu yang wajahnya terpampang di layar
ponselku. Aku suka sekali senyummu. Aku ikut tersenyum setiap kali melihat
senyum itu.
Aku berbaring dan memejamkan mata. Kucing masih terus dalam
pelukanku. Ah tapi aku tak bisa tidur. Akhirnya kuputuskan untuk bangun dan
menuliskan semuanya, untuk kamu.
Kucing, kita hanya
harus menunggu sedikit lebih lama..

No comments:
Post a Comment