Saya tidak
memiliki banyak teman. Yang saya sebut teman disini adalah sosok yang saya
biarkan mengenal diri saya lebih dari sekedar nama. Mengenai bagaimana
sebaliknya, bisakah saya mengenal teman saya lebih dari sekedar nama juga? Sebagian
dari mengenal yang bisa saya dapat, tentu harus dengan kerelaan sang teman itu
sendiri.
Sebenarnya bukan
tanpa alasan saya memilih untuk memiliki sedikit teman. Bagi saya justru karena
sedikit itulah saya bisa benar-benar menyaring siapa saja yang bisa jadi teman
saya dan setidaknya saya bisa lebih total menjadi teman bagi mereka. Dalam setiap
pertemanan yang saya bina, saya berusaha untuk maksimal melakukan apapun
sebagai teman bagi teman-teman saya. Saya berusaha menjadi yang terbaik bagi
mereka. Sehingga harapannya saya bisa merasa utuh hanya dengan jumlah teman
saya yang terbatas itu.
Tapi entahlah
dalam prakteknya semua tidak semulus yang saya bayangkan. Saya merasa tidak
dianggap terlalu berarti. Hal yang simpel adalah tiap kali saya punya waktu
senggang saya selalu berusaha menghubungi teman-teman saya. Barangkali ada satu
waktu dimana yang lain juga ada waktu sehingga kami bisa bertemu. Dan bahkan
untuk pekan teduh kali ini. Saya sudah menghubungi salah satu teman saya,
memberitahukan berapa hari yang saya punya untuknya. Berharap dia juga
mengharapkan bisa bertemu saya, maka saya menunggu dia menghubungi saya. Karena
memang dia punya kesibukan jadi tentulah lebih mudah dia saja yang tentukan harinya.
Saya tau dia mengerti tentang itu, yaaa seharusnya dia menghubungi saya segera.
Tapi ternyata itu hanya harapan kosong. Tak ada kabar, bahkan sampai hari-hari
terakhir pekan teduh ini.
Bagaimana teman
saya yang lain? Saya punya teman yang juga sedang berpekan teduh seperti saya. Dia
tau betul saya membutuhkan teman di saat-saat seperti ini. Sudah saya coba
menghubunginya di awal, tapi karena dia ada acara akhirnya kami batal
menghabiskan waktu bersama. Oke saya mengerti. Tak masalah. Tapi lagilagi saya
berharap nanti saat dia sudah punya waktu dia pasti menghubungi saya. Dan
rupanya ini juga sekedar harapan kosong. Tak bersambut. Yang ada di kepala saya
sekarang adalah kita tidak pernah benar-benar bersama dengan siapapun dan
siapapun tidak ada yang benar-benar mengerti kita.
Ataukah semua ini
justru kesalahan saya yang tak benarbenar mengenal diri sendiri? Mungkin saya
bukanlah teman yang baik bagi mereka. Apa yang saya pikir sudah hal baik yang
saya lakukan ternyata tidak berdampak baik bagi mereka. Ah sudahlah.. lebih
mudah rasanya menyalahkan diri sendiri, karna dengan begitu saya hanya perlu
berharap pada diri saya sendiri. Dan tentu saya tau pasti harapan itu akan
terpenuhi atau tidak. Have a nice day
everyone!

No comments:
Post a Comment